Sabtu, 14 Maret 2015

Bulan Pertama

Nama : Farhah
NPM : 12110612
Kelas : 3KA39
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2 #



Contoh Kasus Metode Deduktif

PENDAHULUAN

Lakukan Sekarang Juga!

Kebanyakan orang gagal mempunyai karakter yang sama, yakni mereka suka menunda pekerjaan. Orang gagal berpikir sudah saatnya hari ini beristirahat, santai dulu, urusan yang ini biarkan dikerjain esok. Sedangkan orang yang sukses mempunyai karakter yang tidak sama, mereka tidak suka menunda. Orang sukses berpikir, saya lelah tapi saya belum mau beristirahat, saya menunda kesenangan untuk hidup saya yang lebih baik.

Pelajar yang gagal adalah pelajar yang menunda tugas belajarnya. Ia telah menunda dan akhirnya menghabiskan energi yang sangat besar untuk belajar menjelang ujian. Mahasiswa yang tidak lulus-lulus adalah mahasiswa yang menunda tugas-tugas dari dosennya. Maka ia pun menunda kelulusannya.

Orang yang menunda bekerja keras berarti ia menunda kesuksesannya. Kegagalan itu sejatinya ada pada prosesnya. Karena menunda pekerjaan sejatinya menunda kesuksesan. Seseorang tidak tahu kapan ia akan sukses, tapi ia tahu bahwa menunda pekerjaan membuatnya tertunda dari sukses. Dengan menunda sesuatu yang sebenarnya bisa anda lakukan sekarang, maka anda telah menunda kesuksesan yang bisa jadi juga bisa anda dapatkan hari ini. Anda tidak akan pernah tahu kapan kesuksesan itu datang kepada anda sebelum anda menikmatinya. Bekerja sekeras apapun jika anda belum menemukan momentum yang tepat maka kesuksesan tersebut belum dapat anda raih. Namun, ada satu yang akan anda dapatkan jika anda menunda melakukan sesuatu tanpa alasan yang logis, yaitu anda jelas-jelas akan menunda kesuksesan anda sendiri.[1]


ANALISIS CONTOH KASUS


Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak belakang dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Penalaran Deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dengan pembentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut selanjutnya dilakukan penelitian. Dengan demikian, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala dan mengamati langsung dan dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala tersebut. Teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala bukan merupakan kunci sukses untuk dapat mendeskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.[2]

Dalam contoh kasus ini terlihat jelas, bahwa pokok permasalahan terdapat pada “orang sukses adalah orang yang tidak suka menunda pekerjaannya, berbeda dengan orang gagal adalah orang yang menyukai menunda-nunda pekerjaannya.”  Dilengkapi dengan contoh pernyataan-pernyataan generalisasi seperti “seorang pelajar yang sukses dan pelajar yang gagal” atau “seorang mahasiswa yang sukses dan mahasiswa yang gagal” semua faktornya antara menunda pekerjaan dan melakukan segera pekerjaan karena kita tidak tahu bahwa kapan sukses itu akan datang kalau kita tidak berusaha mendapatkan kesuksesan itu atau menundanya.


Sumber informasi :
  1. http://tijejey.blogspot.com/2012/10/penalaran-deduktif.html
  2. https://www.academia.edu/6660140/Penalaran




Tidak ada komentar:

Posting Komentar